Jelang Lebaran 2026, Stok Beras Aman Capai 3,7 Juta Ton
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau gudang Perum Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 4 Maret 2026. (Beritasatu.com/Ichsan Ali)
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional menjelang Idulfitri atau Lebaran 2026 dalam kondisi sangat aman. Saat ini, cadangan beras pemerintah tercatat mencapai 3,7 juta ton.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat meninjau gudang Perum Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (4/3/2026).
"3,7 juta ton. Terbesar selama republik ini berdiri," ujar Amran.
Ia optimistis stok beras nasional akan terus meningkat dalam dua bulan ke depan seiring masuknya masa panen raya. Ia memperkirakan jumlah cadangan bisa mencapai 5 juta ton.
"Dua bulan lagi 5 juta (ton). Enggak pernah dengar kan 5 juta ton? Gudangnya cuma 3 juta ton," jelas Amran.
Lonjakan stok ini dinilai menjadi sinyal kuat ketahanan pangan nasional menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selain memastikan ketersediaan stok, Amran juga menyoroti perkembangan stabilitas harga pangan. Ia menyebut beras tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi seperti pada periode sebelumnya. "Alhamdulillah, ini ingat, beras dahulu penyumbang nomor satu untuk inflasi. Sekarang tidak. Enggak ada lagi," imbunya.
Menurut Amran, pemerintah kini memfokuskan pengawasan pada tiga komoditas lain yang sempat memicu inflasi, yakni minyak goreng, ayam ras, dan cabai. Ia menegaskan harga komoditas tersebut tidak boleh melampaui harga eceran tertinggi (HET).
"Nah, ini kita monitor yang tiga komoditas supaya enggak boleh lewat HET. Enggak boleh lagi kompromi-kompromi," tegas Amran.
sumber: beritasatu.com