• Jl. Pahlawan No.02
  • (0343) 481131, (Chat WA) 085179707653
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Jurnal
    • Prosiding
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
89 dilihat       15 Maret 2026

Hadapi Kemarau Lebih Awal, Kementan Dorong Pemanfaatan Varietas Padi Adaptif

JAKARTA — Kementerian Pertanian mendorong petani memanfaatkan varietas padi adaptif guna mengantisipasi potensi kekeringan akibat musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal pada 2026.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah antisipatif, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga penguatan sistem peringatan dini (early warning system).

Selain itu, Kementan juga mendorong optimalisasi pengelolaan air melalui irigasi, pompanisasi, dan perpipaan, serta percepatan tanam di berbagai sentra produksi.

“Petani perlu memanfaatkan varietas genjah dan tahan kekeringan, seperti Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, Situpatenggang, Padjadjaran, Cakrabuana, atau varietas sejenis lainnya agar produksi tetap terjaga meskipun menghadapi musim kemarau,” ujar Mentan Amran.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami awal musim kemarau lebih cepat, antara lain sebagian wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan pada lahan pertanian jika tidak diantisipasi sejak dini.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Fadjry Djufry menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian telah menghasilkan berbagai varietas unggul yang adaptif terhadap kondisi kekeringan. Varietas tersebut dirakit agar tetap mampu berproduksi pada kondisi ketersediaan air terbatas sekaligus memiliki umur panen yang relatif singkat.

“Varietas padi tahan cekaman kekeringan seperti Inpari 38 hingga Inpari 46, serta varietas padi gogo kelompok Inpago dirancang agar tetap mampu berproduksi pada kondisi ketersediaan air terbatas. Selain itu, terdapat pula varietas genjah seperti Padjadjaran dan Cakrabuana yang dapat dipanen lebih cepat sehingga membantu tanaman menghindari periode kekeringan,” jelas Fadjry.

Ia menambahkan, pemanfaatan varietas adaptif tersebut menjadi bagian dari strategi teknologi untuk memperkuat ketahanan sistem produksi padi di tengah dinamika iklim.

“Kami mendorong pemanfaatan varietas unggul tahan kekeringan ini secara lebih luas, khususnya di wilayah rawan kekeringan atau sawah tadah hujan, sehingga produksi padi nasional tetap terjaga dan ketahanan pangan dapat terus diperkuat,” tegasnya.

Kementerian Pertanian melalui BRMP terus memperkuat pemanfaatan inovasi teknologi untuk meningkatkan ketahanan sektor pertanian terhadap dampak perubahan iklim, termasuk melalui pengembangan varietas unggul adaptif serta penerapan teknologi budidaya yang tepat di tingkat petani.

Prev Next

- Tim Humas


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    FGD Kajian Komoditas Ruminansia Besar Rumuskan Strategi Pengembangan Ternak Unggul
    15 Jul 2026 - By Tim Humas
  • Thumb
    Dukung Swasembada Pangan, Gerak Tanam Serempak di Kota Pasuruan
    09 Jun 2026 - By Tim Humas
  • Thumb
    BPTU-HPT Denpasar Laksanakan Studi Tiru PPID di BRMP Ruminansia Besar
    05 Jun 2026 - By Tim Humas
  • Thumb
    BRMP Laksanakan inventarisasi Emisi Metana untuk wilayah Dataran rendah
    05 Jun 2026 - By Tim Humas
  • Thumb
    BRMP Ruminansia Besar Hadiri Trilateral Meeting II SBSN Proyek RAPBN TA 2027
    02 Jun 2026 - By Tim Humas

tags

Antisipasi Perubahan Iklim

Kontak

(0343) 481131, (Chat WA) 085179707653
(0343) 481132
[email protected]

Jl. Pahlawan No.02,

Bebekan Lor, Ranuklindungan, Kec. Grati

Pasuruan - Jawa Timur 

Indonesia

67184

ruminansiabesar.brmp.pertanian.go.id

© 2022 - 2026 BALAI PERAKITAN DAN PENGUJIAN RUMINANSIA BESAR. All Right Reserved